
Terbangun dari mimpi malam tadi, mata terbuka mengikuti alur kehidupan yang selalu berulang-ulang setiap pagi, mengabaikan segala provokasi, melanjutkan perannya dalam fungsi sebagai visualisasi alam raya terhadap otak manusia. Sadar hari ini bukanlah hari kemarin, waktu demi waktu, detik demi detik yang kita lalui sudah akan berakhir, tinggal sedikit saja yang tersisa dari perjalanan panjang dari masa lalu.
Sepertinya tujuh hari tidaklah cukup mendampingi kita selama satu minggu, mengigat banyaknya hal akan kita ukirkan sebagai sebuah kenangan, yang justru mulai terasa saat mendekati ujung waktu kita disini. Mungkin selama aku masih berdiri diatas bumi, nada-nadamu akan selalu terdengar di setiap langkahku, tertahan oleh dominasi waktu, tapi tetap melaju. Ada satu hari ini yang mungkin kulihat segalanya akan berubah, semua sepertinya telah membangun pondasi dan arah jalannya menuju cahaya.
Jika kita masih bisa bernafas tenang hari ini, jika masih bisa kita teriakkan semua mimpi, jika masih bisa kaki dan tanganmu bergerak saling melengkapi, masih ada satu hari baru untuk mimpi yang masih tersimpan disini. Kau hanya perlu berjalan tanpa berhenti, tanpa takut menembus batas, lanjutkan sampai langit, lanjutkan sampai kau dan aku bisa bersatu kembali dengan senyum indah terukir di masa depan.
1.13 AM, SMK Headquarters
Kata-kata yang menyeruak melintas batas,
Menjelang laga Barcelona VS Arsenal
