01 Desember 2010

Iridescent


Satu per satu semua terlewati, yang satu terbuka dan satu tertutup, satu bangkit yang lain terjatuh, satu hidup dan satu lagi mati. Kalau saja aku bisa memegang kendalinya, ingin kuhapus warna abu-abu diatas sana, di langit biru itu. Yang seakan tanpa batas, membentang luas memberikan harapan sampai dia bertemu lautan dibatas cakrawala di tempat matahari terbit dan terbenam. Membuktikan bahwa segalanya bisa terjadi. Tapi itu hanya pikirku, nyatanya bukanlah aku yang memegang kendalinya. Terkadang langit itu biru dan lain waktu abu-abu. Terkadang pula dia merah menyala menyatukan warna bersama matahari. Menutup hari ini dengan begitu mempesona.


Setiap pagi, setiap mata terbuka, bersiap menyambut detik-detik berharga yang begitu mendebarkan. Karena kau akan memulai sesuatu yang tak pernah kau tahu. Ya. Kau tak pernah tahu. Begitupun aku. Siapakah yang tahu? Entahlah. Semua berjalan seperti adanya. Matahari bersinar dan akan padam pada saatnya. Sesaat kau tertawa lalu sedetik kemudian airmata menyapu wajahmu. Sesaat kau bergerak dan sesaat kau terhenti. Seperti sebuah pelangi, hidup tak akan hanya berwarna merah atau biru. Hitam dan putih pun tak selamanya berdiri dalam permusuhan. Terkadang mereka samar-samar tak terlihat, berlarian disekitarmu dan duduk disebelahmu. Pada akhirnya, kaulah yang putuskan. Warna apakah kau?

07 April 2010

Jalan Menuju Langit


Terbangun dari mimpi malam tadi, mata terbuka mengikuti alur kehidupan yang selalu berulang-ulang setiap pagi, mengabaikan segala provokasi, melanjutkan perannya dalam fungsi sebagai visualisasi alam raya terhadap otak manusia. Sadar hari ini bukanlah hari kemarin, waktu demi waktu, detik demi detik yang kita lalui sudah akan berakhir, tinggal sedikit saja yang tersisa dari perjalanan panjang dari masa lalu.

Sepertinya tujuh hari tidaklah cukup mendampingi kita selama satu minggu, mengigat banyaknya hal akan kita ukirkan sebagai sebuah kenangan, yang justru mulai terasa saat mendekati ujung waktu kita disini. Mungkin selama aku masih berdiri diatas bumi, nada-nadamu akan selalu terdengar di setiap langkahku, tertahan oleh dominasi waktu, tapi tetap melaju. Ada satu hari ini yang mungkin kulihat segalanya akan berubah, semua sepertinya telah membangun pondasi dan arah jalannya menuju cahaya.

Jika kita masih bisa bernafas tenang hari ini, jika masih bisa kita teriakkan semua mimpi, jika masih bisa kaki dan tanganmu bergerak saling melengkapi, masih ada satu hari baru untuk mimpi yang masih tersimpan disini. Kau hanya perlu berjalan tanpa berhenti, tanpa takut menembus batas, lanjutkan sampai langit, lanjutkan sampai kau dan aku bisa bersatu kembali dengan senyum indah terukir di masa depan.


1.13 AM, SMK Headquarters
Kata-kata yang menyeruak melintas batas,
Menjelang laga Barcelona VS Arsenal