13 Maret 2009

Aku, Kau, Mereka dan Kita


Aku dan kau, terserah apa pendapatmu. Aku dan kau, seperti yang kita tahu, seperti yang kita pahami, sebuah kondisi dimana kita dihadapkan pada suatu hal yang sebelumnya sama sekali tak terpikirkan olehku atau olehmu. Semua hal yang berawal dari sebuah kata menjadi beribu kalimat dalam barisan paragraf yang merangkai sebuah cerita.

Sebuah kisah tentang aku dan kau, tentang dia dan mereka, tentang kita semua, tentang apa saja yang ada dihadapan kita. Bermula dan berakhir, seperti layaknya hari ini, hari kemarin, hari esok atau hari-hari selanjutnya yang aku tak tahu akan seperti apa jadinya. Semua mempunyai sebuah awal, entah bagaimana yang terjadi pada awalnya, sama misterinya dengan menebak apa yang terjadi pada akhirnya.

Banyak yang kau pikirkan, banyak yang aku lakukan, banyak yang mereka berikan, seperti apa saja yang hadir bersama langkah-langkah dan detak jantung kita. Semuanya benar dan sebenar-benarnya adalah sebuah kenyataan yang terbukti dan sama sekali tidak menutupi apa yang disebut kebenaran. Tak akan ada yang bisa menyangkal dan semua yang ada telah menerima bahwa yang terjadi sekarang adalah sebuah kenyataan.

Tersimpan dan terbuang, ada sebuah ikatan dari beberapa segmen yang terekam oleh mata ruang dan dimensi kehidupan, ada beberapa skenario yang dirancang oleh Sang Sutradara yang hanya mampu diketahui setelah pengambilan gambarnya usai, tak seorang pun yang tahu. Hanya mampu berjalan saja tanpa harus pasrah dan tetap berjuang menentukan hidupnya.

Satu dari seribu bahkan berjuta kisah yang hadir di dunia, satu diantaranya tersimpan disini, cerita tentang aku, cerita tentang hidupmu, cerita tentang tangguhnya mereka, cerita tentang perjuangan kita, yang tak akan terhentikan oleh waktu yang terus berjalan. Perjalanan dari awal sampai akhir yang terjadi disini, semuanya tak akan pernah terjadi sekali lagi. Hanya sekali ini,berawal dan berakhir disini.

Semuanya, seperti ketakutan dan keraguan yang kau rasakan. Semakin kuat ketika kau langsung berhadapan dengan sesuatu yang kau anggap lebih berat dari pegunungan di ujung barat sana. Semakin menundukkan tengkuk lehermu semakin ke bawah hingga kau hampir patah arah. Atau yang kau rasakan ketika rumput teki hijau diatas tanah yang kau injak terlihat bereaksi terhadap udara di sekitarmu yang mengakibatkannya menjelma menjadi beragam bentuk dan warna yang indah.

Seperti semua yang terjadi dan terjadi secara berurutan dan saling berkaitan, seperti semua hal yang terekam dalam memori otak kita. Tawa dan senyuman yang terlihat, air mata yang berjatuhan, luapan kegembiraan, kesedihan dan yang lainnya, yang kebanyakan tidak terdefinisikan secara jelas hanya dengan kata-kata saja. Satu cerita yang benar-benar terjadi, tak terduga, dan nyata.

Detik-detik yang semakin berdetak lebih cepat ketika kau harapkan itu terjadi sedikit lebih lama lagi. Sedikit saja lebih lama. Dan ketika ini semua ada di awal menuju akhir, akan seperti apa jadinya semua ini setelah ini berakhir. Akan tetap seperti ini atau akan terjadi kembali sesuatu yang lebih mengejutkan lagi.

Apa saja yang kau pikirkan setelah ini, apapun yang mereka katakan saat kita telah hadir kembali, yang aku tahu, aku akan melakukan sesuatu. Kembali melakukan yang kumau. Aku akan buat jalanku sendiri menuju langit. Dan kita semua hanya perlu tersenyum saja dan terus berjalan, lewat jalan yang kita buat sendiri. Melewati apa yang telah kita lakukan selama ini tanpa perlu melupakannya. Tanpa perlu meninggalkannya. Tanpa perlu menghapusnya dari memori kita.

Dan yang kita tahu sekarang, ini adalah sebuah awal yang terjadi setelah akhir datang. Tak ada lagi yang tahu apa yang terjadi setelah ini. Awal dari cerita ini baru saja dimulai, dengan rasa yang baru, dengan sebuah keyakinan dan harapan, bersama kekuatan keajaiban yang terus saja menghapus konsep kemustahilan dari pikiran setiap orang yang terus berlari bersama mimpinya. Jalan kita masih sangat panjang di depan. Masih ada yang perlu dilakukan setelah ini.

Ini semua belum berakhir.



0 komentar:

Posting Komentar