
Awal dari kehidupanku adalah sebuah cerita di mana manusia yang lainnya juga mengalami hal yang serupa, kelihatannya memang semuanya sama. Setelahnya mulai berbeda, aku sedikit banyak mulai mengerti tentang apa yang mereka sebut kehidupan. Yang aku tahu, kehidupan adalah yang sedang aku jalani. Sebuah hal yang sederhana menurutku.
Mungkin waktu mulai bicara ketika semakin lama aku jalani kehidupanku, dimanapun tempatku berjalan yang selalu ada dan selalu aku temui adalah satu hal yang akan menjadi penyebab utama kebanyakan manusia yang hidup mengakhirinya dengan cara yang berbeda, apa yang mereka sebut itu masalah dan keputusasaan. Yang seringkali menjadi penghalang mereka untuk bisa menjadi apa yang mereka mau, yang sering menjadi penyebab utama mereka menjadi seseorang yang terpaksa untuk menjadi sesuatu yang berbeda.
Semula mereka mengatakan tentang satu hal yang pasti ada dan dimiliki semua manusia yang hidup di dunia, apa yang kata mereka adalah takdir. Apa yang mereka katakan tentang takdir? Apa yang mereka maksud tentang hal itu? Yang aku tahu setiap yang hidup memilikinya, sebelum aku tahu pasti tentang hal itu. Sebelum takdir itu sendiri menunjukkan apa yang harus aku lakukan terhadap hidupku.
Yang aku tahu saat ini adalah aku hidup seperti ini karena memang takdirku seperti ini. Karena memang Tuhan menuliskannya seperti ini. Benarkah? Jawabannya masih belum kutemui, kelihatannya memang tidak seperti itu. Jika memang semua alur cerita hidup manusia telah ditentukan Tuhan, mengapa harus ada manusia yang bekerja keras jika nanti takdirnya adalah gagal? Mengapa mereka tidak diam saja dan tinggal menjalani hidupnya menurut takdir saja? Mengapa banyak orang yang berjuang jika akhirnya takdirnya adalah kalah?
Sampai akhirnya kupahami, sampai akhirnya aku mengerti, sambil aku menjalani hidupku, bahwa takdir memang dimiliki setiap manusia yang hidup di dunia tetapi takdir manusia yang sebenarnya adalah bahwa mereka tidak hidup bergantung pada takdir mereka. Itulah yang aku pahami tentang takdir. Semua yang hidup memang memilikinya, tapi tidak bergantung padanya. Itu yang akhirnya kupahami sebagai takdir.
Bukan lagi kata mereka sekarang, tapi kataku. Yang sekarang kupahami adalah hidupku bukan lagi bergantung pada takdir, tapi hidupku adalah bagaimana aku menentukan jalanku, bagaimana aku menetukan pilihan atas semua yang aku temui. Adalah tentang diriku sendiri yang menetukan kemana aku harus berlari. Karena aku adalah aku.

0 komentar:
Posting Komentar