25 Februari 2009

Begitu Saja


Aku masih merasa hidup, aku belum mati. Semakin aku merasakan hidup, semakin aku tidak ingin mati. Karena aku masih hidup, jalanku menghadirkanmu di hadapanku. Sejenak memang kau tak memberiku hidup, aku rasakan jalan hidupku mungkin salah menuntunku kepadamu. Aku hanya ingin hidup sendiri, di dunia yang hanya aku miliki sendiri, apapun yang kau katakan tentangku. Terserah. Awalnya aku pikir begitu.

Begitu-begitu saja hari-hariku, begitu-begitu saja hidupku, begitu saja kau kau hadir di hidupku, begitu cepatnya kau masuki kehidupanku. Semula kau bukanlah apa, kau bukanlah siapa, awalnya aku hanya ingin kau pergi saja, kau menghilang saja. Begitu yang terjadi awalnya padaku. Sampai akhirnya kau benar-benar menghilang dari tatapanku,walau hanya sesaat.

Kau sudah hilang, walau aku tahu kau akan hadir kembali di depanku. Tapi mengapa yang kurasakan berbeda? Yang kurasakan aku ingin kau disini saja. Yang kurasakan kau jangan pergi dari tempat ini saja. Kau tetap saja disini. Begitu saja yang kurasakan, apa yang terjadi padaku? Sebenarnya siapa kau? Mengapa aku begitu cepat merubah arahku padamu tidak lama setelah kau hadir dihadapanku?

Aku hanya merasakannya, ya, hanya merasakannya. Hanya kau saja yang ada, hanya kau saja yang terlihat. Semakin lama kau ada semakin aku tidak bisa hilangkan kau dari pikiranku. Walau kau hanya diam menutup dirimu untukku. Sebenarnya aku hanya ingin kau ada disini saja, sekedar bicara dan tertawa. Sekedar mengisi waktuku saja, sekedar menemaniku saja. Hanya itu saja.







-inspired by the new member-



0 komentar:

Posting Komentar