18 Februari 2009

Ujung Senja Sore Ini


Hari ini seperti sebuah pilihan, semua jalan terbuka lebar untukku. Sebuah keputusan harusnya kuambil sebelum terlambat, sebuah keputusan yang tidak mudah untukku. Seharusnya aku bisa menentukan jalanku hari ini, tapi sepertinya itu terlalu sulit untukku dalam situasi ini.

Sejak mataku terbuka saat fajar menyapaku sebelum matahari menyusulnya setelah itu, matahari memang bersinar hari ini. Tapi entah bagaimana sinarnya itu tidak bisa menembus gelap dalam diriku. Sampai sekarang masih sama, tetap tak bisa aku tentukan jalanku ketika waktu menuntunku kepada kondisi dimana gelap dan cahaya berada dalam diriku.

Kelihatannya sepanjang hari akan ada yang menggangguku, setiap langkahku akan dipenuhi beban kesedihan, setiap detik waktuku akan jadi sebuah ancaman, menakutkan. Bersama waktu yang masih terus berjalan. Hanya saja aku masih ragu tentang jalanku, aku masih menunggu sesuatu menjemputku, mengeluarkanku dari keadaan ini.

Aku tidak ingin hari-hariku selanjutnya akan sama seperti ini, hingga matahari menampakkan tanda-tanda dia akan segera meninggalkan hari ini, aku akan tetap menunggu sebelum aku benar-benar terlambat untuk itu. Atau aku harus segera menghampirinya? Apakah aku harus mengejarnya? Tidakkah dia akan datang kepadaku?

Sepertinya memang begitu, sepertinya aku harus kembali berlari seperti hari-hari sebelumnya. Mengejar sesuatu yang telah meninggalkanku sebelum dia jauh, sebelum aku terlalu jauh tertinggal waktu, aku akan kembali berlari, mengejar mimpiku.

Sudah cukup gelap dalam diriku mengganggu setiap langkahku hari ini, sudah cukup setiap waktuku terancam dan terbebani lagi. Sudah cukup jauh mimpiku meninggalkanku hari ini. Sudah cukup. Cukup sampai ujung senja sore ini.





-inspired by your life, friend-



0 komentar:

Posting Komentar